Hari Raya Seni Rupa 2017

Screenshot_2017-04-22-02-41-59_com.facebook.katana_1492803793305

FB_IMG_1479751679943

Hari Raya Seni Rupa 2017→Yogyakarta 

Kenapa Disebut HARI RAYA SENI RUPA

Kemudian disebutlah bulan penuh berkah artistik ini di sebut menjadi Hari Raya Seni Rupa. Dan kejadian luar biasa ini hanya terjadi di Yogyakarta saja.

Ketika Festival Kesenian Yogyakarta ( FKY ) secara rutin di gelar setiap 7 Juni – 7 Juli dan tepatnya di mulai sejak 1989. Akhirnya bulan Juni – Juli ini menjadi bulan pesta pora dan panennya para seniman seni rupa.

Tidak hanya FKY selalu di gelar Bulan Juni-Juli , tetapi Biennale Yogya Pertama kali di gelar juga pada bulan Juni-Juli, tepatnya di tahun 1988.

Pesta Seni Rupa sesungguhnya sebelum FKY atau Biennale terjadi di bulan tersebut, tetapi sebelumnya adalah ISI Yogyakarta selalu menggelar Pameran Dies Natalis dan Lustrum di mulai tanggal 31 Mei . Pameran Hari Jadi ISI Yogyakarta sejak tahun 70an selalu di gelar di Pusat Kota, seperti Galeri Sono Budoyo atsu Galeri Seni Sono .

Dan secara tak sengaja Bulan Mei – Juni – Juli memang dipilih karena bulan bulan tersebut adalah Bulan Liburan Sekolah paska ujian/ kenaikan kelas.

Hingga pada tahun 2008 , Digelarlah JAF; Jogja Art Fair berbarengan dengan FKY kala itu. Yang selanjutnya JAF ditahun berikutnya berubah nama menjadi ARTJOG seperti yang kita kenal hari ini.

ARTJOG mempunyai daya pikat yang luar biasa, yang semakin menguatkan bahwa Bulan Mei-Juni-Juli menjadi layak disebut Hari Raya Seni Rupa.

Pameran-pameran di galeri-galeri yang ada di Yogya juga dipenuhi Jadwal Pameran di bulan Sakral ini. Tak ketinggalan Pameran BAKABA akhirnya juga digelar Komunitas Sakato selanjutnya juga memilih waktu yang hampir bersamaan. Disambung Yogya Annual Art ( YAA ) juga turut memperkuat bahwa bulan Sakral yang penuh Berkah Keindahan ini menjadi tampak syah di sebut Hari Raya Seni Rupa.

Pada akhirnya, tampak di amini publik luas, bulan-bulan tersebut diatas menjadi Bulan yang menarik bagi Publik di luar kota atau luar negara terasa wajib turut terasa wajib hadir nonton pameran, kunjungan ke studio seniman hingga belanja karya-karya seni di Yogyakarta.

Jika pada 2015 lalu di Yogyakarta pada bulan yang sakral tersebut ada digelar 114 Pameran Seni, tentu boleh ditanya berapa karya karya terbaru di perlihatkan pada publik luas? Berapa puluh studio-studio terbuka untuk di kunjungi saat itu?

Maka marilah Bulan Penuh Berkah Keindahan ini, disambut dengan suka cita, mungkin yang belum tersentuh adalah Publik Yogyakarta sendiri, masih banyak yang takut nonton pameran di gedung yang bagus.

Secara tidak sengaja, banyak seniman di kawasan Distrik Bantul ( walaupun kebanyakan di Onderdistrik Kasian dan Sewon ), Seniman selalu merapikan studio atau rumah kediaman, memajang karya di dinding ruang tamu, sehingga tampak suasananya menjadi seperti ada Open House di Hari Raya. Minimal Keluarga bisa menikmati juga karya Sendiri, sebelum berpindah tangan.

Seandainya di Hari Raya Seni Rupa ini, setiap rumah dan studio, karya-karya terpajang dan tampak selalu siap setiap saat seandainya ada kawan atau sahabat yang mampir di rumah langsung disuguhi karya karya mewah.

Selamat Hari Raya Seni Rupa 2017.

Sedikit pertanyaan ;
Tanggal / Hari dari Puncaknya Hari Raya Seni Rupa haruskah ada?

Writer By :  Yogya Art Sharing 

Screenshot_2016-11-14-20-53-22_com.google.android.apps.photos_1479131704059

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s