Guitar Series

#latepost
My Art Work ( 2013 )

” PGM Zigana Technique ” to @paulgilbert_official
Acrylic on Canvas

#artwork #art #artist #artstudio #contemporaryart #acrylic #artistseriesguitar #guitarseries #arttoday #lovedrawing #purwant09studio #color

Advertisements

Drawing Suka-Suka

MixoLydian PurWanto

My Art Work→Drawing Suka-suka

❝The daily drawing❞

SelfieCity_20180409220638_org

✺Progress :

This is My Art Working for My project on 2012. I finishing this project on My Art Studio until 3 month n I did it with My drawing style… As much I made it for 50 drawing sketch with collage text (hand made),drawing pen & colors on paper ± 15cmx20cm…

I give the drawing tittle with sign “Drawing Suka-suka”…because I’ve been giving the drawing with many history & story from My Adventure of My life and story from My life style of My Government. The daily day always giving Me so many Idea and teach how You can survive and standing still on Your life….”

Don’t worry about Your life,because inside Your life always giving You heart of Art within Your ways. Staying a life….. ❝Keep on Rockin’ in the free World

#onprogress #drawinglover #enjoydrawing #drawing #nusantara #nopolitictoday #art…

View original post 341 more words

EKSISTENSI LIMO

Pameran Seni Rupa

( Indonesian Art Community )

oleh Komunitas Seni Arek Pakis

pada EKSISTENSI LIMO

bertajuk ” ClueRock ”

Gallery Prabangkara

Jl.Genting kali 85, Surabaya, Indonesia

 

 

 

NB : ● Video Dokumentasi Pameran Seni Rupa oleh Komunitas Seni Arek Pakis

● Music by : Mus Mulyadi ( Rek ayo…Rek,mlaku-melaku nang tunjungan )

More info :

Instagram

Twitter

Personal Artist Blog

Pameran Seni Rupa

oleh Komunitas Seni Arek Pakis

pada EKSISTENSI LIMO

bertajuk ” ClueRock ”

Gallery Prabangkara

Jl.Genting kali 85, Surabaya, Indonesia

New Frame (Next Drawing)

MixoLydian PurWanto ArtStudio 

This is one of My New Art Work and My New Progress on 2018 for ” Drawing Progress “I give that One with many Frames and many style for the show , because I love Art and I love a different style to My Work… Art Work ( Drawing, Painting…etc! ) 

PicsArt_11-14-12.12.38

Art Work → New Progress 2018 

” Suicide Democracy…. Love to Peace 

Acrylic , Drawing on Paper 

 

PicsArt_11-14-01.04.21

#drawing #lovedrawing #surabaya 🇮🇩 #art #artist #artwork #color #purwant09studio #lovetopeace #mixolydianpurwanto #daily #artstudio

More info : 📧bulletproof_art@outlook.com 

PicsArt_11-13-11.54.25

 

Studio Blog : 

http://www.mixolydianpurwanto.blogspot.com/

New Art Work 2018

PicsArt_10-19-01.23.08

Art Work → New Progress 2018

” Love , Peace…..in Tolerance “

Pen , Drawing on Paper ( Paper Box Packing )

#artstudio #newprogress #drawing #lovedrawing #lovepeacetolerance #lovetopeace #arekpakis #artwork #arttoday #dailydrawing #contemporaryart #artist #purwant09studio #surabaya #progress #art

MixoLydian PurWanto

For More Info : 
CP : bulletproof_art@outlook.com

 

 

● NB : Foto Dokumentasi Pameran Seni Rupa

oleh Komunitas Seni Arek Pakis

 ( EKSISTENSI LIMO )

bertajuk ” ClueRock “

Love to Peace ” in tolerance “

PicsArt_10-19-01.23.08

Love to Peace…..in tolerance 


● Cinta dan toleransi mengubah manusia menjadi manusia. Orang memiliki banyak keinginan dan ambisi. Tampaknya mereka terjebak dalam perjuangan atau ras untuk maju dari yang lain atau mencapai tujuan yang mereka inginkan, bahkan dengan mengorbankan emosi orang lain. Namun demikian, Islam mengajarkan kita cara untuk menjalani hidup kita sehari-hari. Bagaimana berperilaku dengan orang-orang! baik tua maupun muda, bagaimana melakukan perbuatan baik, cara berbicara, bagaimana mendisiplinkan diri kita sendiri, dan masih banyak lagi . Ini adalah fakta yang diketahui bahwa “Allah mencintai orang-orang yang mencintai sesamanya.” Memang, mengapa tidak? Apakah kita tidak mencintai mereka yang menunjukkan cinta terhadap anak-anak kita? Tapi sayangnya, semuanya berantakan ketika datang ke balapan yang sedang berlangsung – baik untuk kekayaan atau kekuasaan – antara orang-orang!Akibatnya, orang saat ini kehilangan kepercayaan satu sama lain, kepercayaan rusak lebih cepat dari sebelumnya! Seorang suami tidak memiliki keyakinan pada istrinya! Seorang saudara tampaknya tidak mempercayai saudaranya! Satu hubungan mengkhianati yang lain adalah menjadi praktik umum. Memfitnah, yang dilarang keras dalam Islam tidak dianggap sebagai pelanggaran besar lagi. Hari-hari ini, orang sering mencari kesempatan untuk mempermalukan orang lain. Aturan dipatahkan dengan kesombongan, mungkin tanpa malu…Mereka tidak memiliki kesabaran untuk berhenti bahkan selama dua menit di sinyal lalu lintas, mereka membuang sampah di jalanan, dll. Lihat saja apa yang telah kita lakukan pada bangunan dan tempat bersejarah kita…! 

 

 

Dengan latar belakang ini, inilah yang sebenarnya perlu kita pahami dan hargai. Karena cinta ,damai dan toleransi adalah alat utama yang kita perlukan saat ini untuk memperbaiki masyarakat kita.

Kita perlu menunjukkan cinta dan toleransi untuk berdampingan tidak hanya di dalam kita sendiri, tetapi juga komunitas internasional.

 

 

 

● NB : Foto Dokumentasi Pameran Seni Rupa

Oleh Komunitas Seni Arek Pakis ( EKSISTENSI LIMO ) yg bertajuk ” ClueRock ”

 

Personal Artist Studio 

PicsArt_10-19-01.18.49

Lowbrow ” Cut ” Highbrow

PicsArt_10-17-08.34.30
By : MixoLydian PurWanto ” Ontemporary Art ” Pen , Drawing on Paper

 

● Lowbrow 

Kemunculan istilah lowbrow art bermula di Los Angeles, California di dekade 1970-an , sebagai sebuah gerakan bawah tanah dan akar rumput seni rupa yang berasal dari sub-kultur seperti juga musik punk, komik bawah tanah dan lainnya. Sering disebut dengan pop-surealisme. Hampir semua karya-karyanya sering memiliki rasa humor yang ceria, kadang-kadang nakal, dengan komentar-komentar yang sinis. Lowbrow dianggap karya seni kelas rendah dan lawan dari highbrow, dimana sebagian praktisinya tidak mengenyam pendidikan resmi seni rupa. Karya -karya lowbrow sebagian besar adalah berbentuk lukisan, grafiti, mural, tetapi ada juga mainan (toys), seni digital, dan patung.

Diawali oleh beberapa seniman yang menguarkan apa yang kemudian dikenal sebagai seni kelas rendah (Lowbrow) adalah kartunis underground seperti Robert Williams dan Gary Panter. Karya-karya mereka dipamerkan di galeri alternatif di New York dan Los Angeles seperti Galeri Psychedelic Solution di Greenwich Village, New York yang dijalankan oleh Jacaeber Kastor, La Luz de Jesus yang dikelola oleh Billy Shire serta sebuah galeri di Hollywood , yang dikelola oleh John Pochna. Gerakan ini terus tumbuh pesat, dengan ratusan seniman yang mengikuti dan mengadopsi gaya ini. Karena jumlah praktisinya bertambah, kemudian muncul lagi sejumlah galeri yang juga ikut memamerkan karya-karya penting. Robert Williams kemudian menerbitkan majalah Juxtapoz pada tahun 1994, majalah ini kemudian menjadi acuan utama yang memicu tumbuhnya praktek seni ini lebih luas hingga ke Indonesia.

PicsArt_10-12-12.24.26
By : MixoLydian PurWanto ” Foolish ( Magic ) Game ” Pen , Drawing , Acrylic on Paper

MixoLydian PurWanto ArtStudio

 

Lowbrow art adalah istilah yang menggambarkan sebuah seni visual “bawah tanah” atau jalanan yang berkembang di Los Angeles California di akhir era 1970 an. Seni Lowbrow menjadi gerakan seni popular yang meluas dengan model medium seperti komik, musik Punk, mainan (Toys). Istilah ini juga sering dikatakan dengan nama Pop Surrealisme.

Seni Lowbrow sering memiliki kesan antara humor dan kegembiraan, terkadang nakal dan liar, dan biasanya berisi ungkapan dan komentar kasar. Istilah ini pertama kali menjadi sajian utama di majalah juxtapoz, saat itu seniman/kartunis, Robert Williams membuat karya yang dikemas dalam satu rubrik dan diberi judul The Lowbrow Art of Robert Williams. Sejak saat itu istilah ini kemudian menjadi tipe seni.

Lowbrow digunakan oleh Robert Williams sebagai lawan dari Highbrow.

Lowbrow yang dijelaskan oleh Robert williams (2004), mengatakan bahwa lowbrow merupakan seni rendahan, gerakan seni bawah tanah, ketika itu dunia seni rupa didominasi oleh seni abstrak dan konseptual. Gerakan seni lowbrow selalu dikesampingkan dari pikiran-pikiran akademis yang konvensional, walau demikian karya-karya yang terlahir mampu menarik respon dikalangan anak muda. Lowbrow membangun sumber materi dan inspirasi dari beberapa pengaruh yang paling ilustratif, kaya warna, kontroversial, dan juga tradisi grafis. Pengaruh kuat ini muncul dari ilustrasi cerita, seni komik, science fiction, seni poster film, produksi film, animasi, seni punk rock, seni hotrod dan biker, grafis di skateboard, graffiti, tato, seni kelas tinggi, dan semuanya hanya dibubarkan dan diperlakukan dengan arogan oleh kebijakan seni „resmi’.

Gerakan seni ini mampu bertahan dan tumbuh dengan subur karena berhasil membangun medan sosialnya sendiri untuk menegaskan identitasnya melalui majalah juxtapoz yang penjualanya menempati urutan ketiga dari penjualan seluruh majalah di dunia.

Perjalanan gerakan seni lowbrow seakan menjadi berubah di tahun 90an ketika karya dari seniman pemberontak ini yang awalnya tidak diperhitungkan kini mampu diterima oleh publik seni secara luas. Lukisan-lukisan Robert Williams menciptakan sebuah sensasi di pameran bersejarah Helter Skelter di pameran temporer dan kontemporer MoCA pada tahun 1992. Pameran penting Kustom-Kulture memamerkan hasil karya Roth, Williams, dan Von Dutch serta karya dari penerus-penerus mereka. Pameran ini dibuka di museum seni Laguna Art Museum tahun 1993. Pameran ini dimeriahkan oleh orang-orang penting bersamaan dengan para seniman-seniman muda dan kolektor yang terinspirasi oleh warna -warna meriah dan kebrutalan dari karya yang dipamerkan. Sebuah majalah dwibulanan kemudian muncul dan menyebarkan foto karya-karya keseluruh penjuru negara, bahkan dunia. Robert Williams lalu muncul sebagai juru bicara yang berpendidikan dan dijuluki sebagai kepala dari pergerakan ini. (Larry Reid, 2004).

Berdasarkan pemaparan teori diatas dapat disimpulkan bahwa lowbrow awalnya sebuah gerakan seni rendahan, seni bawah tanah, yang banyak dipengaruhi oleh film kartun, komik, seni punk rock, tattoo, mainan (toys).

Karya yang dihadirkan menunjukan bentuk-bentuk yang aneh, warna meriah terkadang terkesan humor, kegembiraan, nakal dan liar serta ungkapan kasar. Gerakan ini mampu bertahan dan menunjukkan identitasnya walau harus terpinggirkan dan dihujani kritikan sinis oleh seni akademis yang termapankan, hingga pada akhirnya Lowbrow dapat diterima oleh dunia seni secara luas.